7 karakteristik pelanggan

Ada 7 karakteristik dari para pelanggan yang sebetulnya mereka itu sama saja tak beda seperti individu-individu yang unik seperti diri kita juga, ketujuh karakteristik itu adalah :

C Pertama , adalah “Common Person” , karakteristik orang dengan tipe seperti ini adalah kecenderungan bertindak mandiri, cenderung religius, melakukan segalanya dengan sempurna, tidak banyak komplain didalam melakukan aktivitasnya, menghadapi pelanggan seperti ini logika adalah merupakan dasar pengambilan keputusan.

C Kedua , adalah “Continuous Learner” , karakteristik orang tipe seperti mempunyai kecenderungan senang hal-hal rinci, kesempurnaan, data dalam arti percaya pada data/bukti, dialog panjang.
Untuk mengatasi pelanggan dengan tipe seperti diatas adalah pendekatan rasional dan dukungan fakta serta manfaat langsung yang ingin diperoleh.

C Ketiga , adalah “Critiques” , karakteristik ini tidak berbeda seperti para politikus, banyak bicara, kalah hukumnya haram, dengan mudah mencuri ide orang lain, senang sebagai tokoh unggulan, gemar dipuji, dan bahkan berani memutarbalikkan fakta, berhadapan dengan tipe seperti ini perlu ekstra kerja keras, dan harus pandai mengambil hati, Pujian adalah senjata ampuh buatnya.

C Keempat , adalah “Camper” , kecenderungan tipe adalah menyenangi status quo / resisten terhadap perubahan, suasana masa depan suram,
Tidak berani mengambil keputusan, cenderung berpakaian lusuh, berhadapan dengan pelanggan tipe seperti ini kita perlu sabar untuk meyakinkan,berikan contoh orang lain yang juga berhasil serta Bantu ambil keputusan.
C Kelima , adalah “Climber” karakteristik ini selalu dinamis, mudah bergaul, banyak kawan, sumber keramaian, ekstrovert, senang hal-hal pribadi, namun terkadang sering ingkar janji, sehingga dalam berkerja jarang tuntas, berhadapan dengan pelanggan tipe ini harus selalu dipegang, komunikasi perlu intensif, pendekatan dengan cara merangsang emosinya adalah paling mujarab.

C Keenam , adalah “Crazy Artist” , karakteristik ini dapat dibilang unik, selalu berimajinasi, introvert, berbicara datar, mudah tersinggung, tidak senang keramaian, menyendiri adalah sesuatu yang menyenangkan, dan berpakaiannya pun terkadang cenderung ekstrim norak / rapi, mengatasi pelanggan tipe ini jangan sekali-kali membuatnya tersinggung, perlu sabar, bahasa visual adalah lebih mudah dicerna dari pada verbal.

C Ketujuh , adalah “Cash Registered” Karakteristik ini segala orientasinya diukur dengan uang, kecenderungan Pamrih, Tutur kata baik & terstruktur, seorang negosiator ulung, mengatasi pelanggan kategori diatas perlu ekstra hati-hati, berikan yang terbaik padanya, senang sesuatu yang memberikan popularitas
READMORE
 

karakteristik konsumen

1. Sederhana – pelanggan seperti ini tegas, ringkas, tidak membuang waktu dalam menentukan pilihan, tidak suka komplain, mencari produk atau jasa yang sesuai dengan keperluaannya, logic, mandiri dan sudah siap mental untuk membeli. Cara menghadapi pelanggan seperti ini adalah jangan agresif, kemukakan manfaat dari produk atau jasa yang ditawarkan dan keunggulannya dari kompetitor lain dan bicara dengan sopan dan ramah.

2. Bergaya artist - pelanggan yang seperti ini biasanya berpakaian modis, trendy bak artist, selera tinggi (high class), sombong, senang menjadi pusat perhatian, suka berbohong atau melebih-lebihkan dan suka merendahkan orang lain/petugas. Cara menangani pelanggan yang seperti ini adalah dengan ramah, menyenangkan, sedikit menyanjung dengan mengomentari penampilan mereka yang seperti artis, mereka sangat brand minded sehingga tawarkan suatu produk atau jasa yang bermerek dan berkualitas, jangan terpengaruh dengan kata-kata atau penampilannya dan ciptakan kesan bahwa pelanggan tersebut adalah tamu istimewa.

3. Detail – pelanggan seperti ini senang akan hal-hal yang rinci, kesempurnaan, percaya pada data atau bukti dan berdialog panjang. Mengatasi pelanggan seperti ini diperlukan pendekatan rasional dan dukungan fakta serta menyampaikan manfaat langsung yang didapatkan.

4. Ragu-ragu atau hati-hati – pelanggan seperti ini tidak bisa mengambil keputusan yang cepat, sering bimbang ragu, selalu minta pendapat orang lain dan kurang percaya diri. Menghadapi pelanggan yang seperti ini harus sabar, meyakinkan mereka dengan perlahan-lahan dan berikan contoh / testimoni, agak tegas dan bantu mereka untuk mengambil keputusan.

5. Pelit – pelanggan seperti ini penuh perhitungan, segala sesuatu diukur dengan uang, pamrih dan negosiator yang unggul. Berhadapan dengan pelanggan seperti ini perlu ekstra hati-hati, berikan yang terbaik padanya, tawarkan produk atau jasa dengan diskon dan fasilitas pembayaran dengan cicilan mereka sukai.

6. Banyak bicara – pelanggan seperti ini suka mendominasi, bicara tentang segala hal, tidak perduli pada orang lain, mementingkan diri sendiri. Menghadapi pelanggan seperti ini harus percaya diri, menguasai banyak bidang, jangan memberikan banyak pilihan padanya, jangan memaksa pendapat kita ikuti saja apa yang dikehendakinya, hati-hati dan jangan menyinggung perasaannya.

7. Banyak permintaan – pelanggan seperti ini selalu tidak puas, suka membanding-bandingkan, suka komplain dan kritik, bila membeli barang selalu menanyakan hadiah ekstra, suka banyak bertanya padahal hanya iseng. Cara menghadapi pelanggan seperti ini adalah dengan ramah, sabar, mendengar dan simak permintaannya, usahakan tersenyum sekalipun hati dongkol, minta maaf bila ada komplain, bila tidak mampu melayani, segera minta bantuan atasan atau rekan yang lain.

8. Tidak sabar – pelanggan seperti ini ingin dilayani dengan cepat, tanpa sadar suka meremas-remas benda yang dipegangnya, suka mendumal dan terkesan buru-buru. Cara menghadapi pelanggan seperti ini adalah minta maaf bila terlambat dilayani dan layani dengan cepat.

Dengan mengenal karakter pelanggan maka anda akan tahu treatment yang tepat untuk membuatnya senang dengan ada, produk atau jasa yang anda tawarkan dan tentu saja pada akhirnya akna menjadi pelanggan setia anda.
READMORE
 

bagaimana bersyukur... ?

Rasulullah shollallahu Alaihi Wa Sallam dikenal sebagai abdan syakuura (hamba Allah yang banyak bersyukur). Setiap langkah dan tindakan beliau merupakan perwujudan rasa syukurnya kepada Allah.Suatu ketika Nabi memengang tangan Muadz bin Jabal dengan mesra seraya berkata :

"Hai Muadz, demi Allah sesungguhnya aku amat menyayangimu". Beliau melanjutkan sabdanya, "Wahai Muadz, aku berpesan, janganlah kamu tinggalkan pada tiap-tiap sehabis shalat berdo'a : Allahumma a'innii `alaa dzikrika wa syukrika wa husni `ibaadatika (Ya Allah,tolonglah aku agar senantiasa ingat kepada-Mu, mensyukuri nikmat-Mu, dan baik dalam beribadat kepada-Mu)".

Mengapa kita perlu memohon pertolongan Allah dalam berdzikir dan bersyukur ? ., Tanpa pertolongan dan bimbingan Allah amal perbuatan kita akan sia-sia. Sebab kita tidak akan sanggup membalas kebaikan Allah kendati banyak menyebut asma Allah; Menyanjung, memuja dan mengaungkan-Nya. Lagi pula, hakikat syukur bukanlah dalam mengucapkan kalimat tersubut, kendati ucapan tersebut wajib dilakukan sebanyak-banyaknya.

Al Junaid seorang sufi, pernah ditanya tentang Makna (hakikat) syukur. Dia berkata, "Jangan sampai engkau menggunakan nikmat karunia Allah untuk bermaksiat kepada-Nya".

Lantas, adakah sesuatu yang bukan nikmat Allah. Kita taat dengan menggunakan karunia dan izin Allah. Bahkan ketaatan itu sendiri merupakan karunia dan hidayah Allah. Sebaliknya, seseorang yang melakukan maksiat pun sudah pasti dengan menyalahgunakan nikmat Allah dan akibat kesalahannya sendiri.

Ketika kita menerima pemberian Allah kita memuji-Nya, tetapi ini sama sekali belum mewakili kesyukuran kita. Pujian yang indah dan syahdu saja belum cukup, dia baru dikatakan bersyukur bila diwujudkan dalam bentuk amal shaleh yang diridhai Allah.

Abu Hazim Salamah bin Dinar berkata, "Perumpamaan orang yang memuji syukur kepada Allah hanya dengan lidah, namun belum bersyukur dengan ketaatannya, sama halnya dengan orang yang berpakaian hanya mampu menutup kepala dan kakinya, tetapi tidak cukup menutupi seluruh tubuhnya. Apakah pakaian demikian dapat melindungi dari cuaca panas atau dingin ?"

Syukur sejati terungkap dalam seluruh sikap dan perbuatan, dalam amal perbuatan dan kerja Nyata.

Amin
READMORE
 

cara bersyukur... ?

Bersyukur terhadap nikmat Allah artinya meletakkan pemberian Allah sesuai dengan nan empat persyaratan 
 
1. Sesuai dengan fungsi 
 
2. Sesuai lokasi 
3. Sesuai situasi 
 
4. Secara optimal
Apabila seseorang diberi kenikmatan oleh Allah berupa keselamatan, harta benda dan lain-lainnya maka wajib hukumnya bersyukur.
Seseorang disebut bersyukur kepada Allah apabila ia telah meletakkan pemberian Allah sesuai dengan empat kategori di atas.
Apabila orang pandai bersyukur, maka nikmat Allah akan ditambah lagi.
Sebaliknya bila orang tak mau bersyukur atau kufur nikmat maka azab Allah akan diturunkan.
"….. dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih " (QS. 14:7).
Bersyukur hanya bisa dipahami dan dilakukan oleh orang yang punya ilmu saja.
Dialah yang tahu maksud fungsi, lokasi, situasi, penggunaan secara optimal dari sesuatu pemberian/nikmat Allah.
Kegiatan menjamu tetangga atau kawan sambil berdoa bersama pada saat mendapat keberuntungan tak dapat diartikan sebagai pelaksanaan syukur yang sebenarnya.
Kegiatan ini lebih tepat disebut sebagai sedekah, dengan harapan orang lain yang diundang untuk menghadiri ikut mendoakan keselamatan si pemberi sedekah.
Persedekahan tidak boleh dimintai kado atau sumbangannya meskipun dengan kalimat yang tersirat, kecuali atas inisiatifnya sendiri dia mau membalas persedekahan/pemberian tuan rumah.

 
Agar orang, tak katakan gila
Nikmat harus sesuai fungsi
Diberi kopiah, letakkan di kepala
Jangan jadikan lap kedaraan taksi
 
Fungsikan otak untuk berpikir
Cukupi gizi, sejak janin
Setelah dewasa, ia tak pandir
Cakap bekerja, penghasilan terjamin

Ingat nikmat, Allah berikan
Gunakan sesuai tempat lokasi
Ada sungai, kebun dan hutan
Jangan dikotori limbah polusi

Bangunlah toko di tempat ramai
Letakkan kuburan agak jauh
Lokasinya cocok bila dipakai
Penduduk senang tidak mengeluh

Nikmat yang sesuai dengan situasi
Seperti berbusana memakai pakaian
Seumpama anda diberi dasi
Cocoknya dipakai di pesta keramaian

Situasi alam perlu disyukuri
Sawah berpematang berjenjang-jenjang
Susah bandingnya, sulit dicari
Tongkat ditanam, hasilnya uang

Ciri keempat orang bersyukur
Dengan bekerja sangat optimal
Kalau perlu ikut melembur
Jauhi menung serta meramal

Agar disebut hidup beramal
Latihlah otak sebelah kanan
Bila bekerja, telah optimal
Dalam masyarakat pegang peranan

Itulah nan empat ciri bersyukur
Kalau sedekahan lain lagi
Menjamu undangan serta dihibur 
Jangan dihitung untung rugi
Keadaan masyarakat agar tak galau
Niat dan tujuan tak boleh ditukar
Nuansa kata jangan dikacau
Pakailah kalimat secara benar
READMORE
 

macam macam syukur 2

Manifestasi rasa syukur dapat kita lakukan dalam berbagai bidang salah satunya dengan melakukan amar ma'ruf nahi munkar dalam pengertian tunduk patuh dan berserah diri pada Alloh.
Cara penyampaian syukur diantaranya,.


-Syukur Qalbi ( hati )
mengakui dan meyakini sebenar-benarnya di dalam hati bahwa semua nikmat hanya berasal dari Allah SWT.


-Syukur Lisan ( mulut )
senantiasa memuji kepada Allah SWT atas segala karunia-NYA.


-Syukur Jawarih ( badan / prilaku )
menggunakan segala bentuk nikmat Allah SWT dalam rangka mendapatkan rahmat dan ridha-NYA, betapa banyak nikmat yang telah diberikan pada kita, kenikmatan bernafas, berkedip, berbicara, melihat, mendengar, merasakan, dan masih banyak lagi sehingga apabila lautan dijadikan tinta untuk menuliskan nikmat Allah SWT maka itu tidak akan cukup.
Allah SWT tidak memerlukan ucapan syukur dari hamba-Nya. Tetapi kitalah yang memerlukan rasa syukur tersebut agar kita mendapat kebahagiaan batin yang tak ternilai oleh dunia.
READMORE
 

Definisi 'syukur'





Syukur (Ar:asy-syukr = ucapan, perbuatan, dan sikap terima kasih atau al-hamd; pujian). Dalam ilmu tasawuf : ucapan, sikap dan perbuatan terima kasih kepada Allah SWT dan pengakuan yang tulus atas nikmat dan kurnia yang diberikan-Nya.



1. rasa terima kasih kpd Allah: ia mengucapkan -- kpd Allah krn terlepas dr marabahaya;
2. untunglah (pernyataan lega, senang, dsb): -- suamiku tidak mengalami cedera dl kecelakaan itu; ber·syu·kur v berterima kasih; mengucapkan syukur: saya - krn dia terhindar dr bahaya; men·syu·kuri v mengucapkan terima kasih kpd Allah; berterima kasih krn suatu hal;
syu·kur·an 1 n ucapan syukur; 2 v mengadakan selamatan untuk bersyukur kpd Tuhan (krn terhindar dr maut, sembuh dr penyakit, dsb): ibu membagikan tumpeng untuk - putrinya yg baru sembuh


Para ulama mendefinisikan Syukur sebagai ungkapan aplikatif dengan menggunakan segala apa yang dianugrahkan Allah swt sesuai dengan tujuan penciptaan anugrah itu.
READMORE
 

PENGERTIAN SYUKUR

 

Kata syukur diambil dari kata syakara, syukuran, wa syukuran,dan wa syukuran yang berarti berterima kasih keapda-Nya.
Bila disebut kata asy-syukru, maka artinya ucapan terimakasih, syukranlaka artinya berterimakasih bagimu, asy-syukru artinya berterimakasih, asy-syakir artinya yang banyak berterima kasih.



syukur menurut istilah adalah bersyukur dan berterima kasih kepada Allah, lega, senang dan menyebut nikmat yang diberikan kepadanya dimana rasa senang, lega itu terwujud pada lisan, hati maupun perbuatan.


perhatikan penjelasan di dalam kitab i'anatuththolibin berikut ini :

"Asysyukru lughotan huwalhamdul'urfiyyu, wa'urfan shorful'abdi jamii'a maa an'amallohu bihi 'alayh fiimaa chuliqo liajlih ay an yashrifa jamii'al a'dlooi walma'anillati an'amallohu 'alayh bihaa fiththoo'aatillati thulibasti'maaluhaa fiiha"

Artinya: "syukur menurut pengertian bahasa adalah pujian (alhamdulillah) sebagaimana umumnya. Adapun syukur menurut pengertian syari'at adalah menyalurkan (mendaya fungsikan) semua yg telah di karuniakan Alloh kepadanya menurut fungsi dan tujuan sesuatu itu di ciptakan. Dengan kata lain, menyalurkan semua potensi tubuh yg telah di karuniakan oleh Alloh ta'alaa. Baik secara formal maupun substansial untuk tujuan pengabdian kepada Alloh ta'alaa."

Dengan kata lain, bahwa bersyukur berarti menggunakan keni'matan dan anugerah Alloh ta'alaa. Pada misi pengabdian dan keta'an yg di ridloi-Nya.

Imam nawawi menjelaskan dalam kitab tafsirnya sebagai berikut:
"wakhaqiiqotusysyukri Al i'tirofu bini'matilmun'im ma'a ta'adhzimiih"

Artinya : "esensi syukur adalah pengakuan atas keni'matan yg di berikan oleh sang maha pemurah disertai sikap mengagungkan-nya"
READMORE